Sunday, July 13, 2014

Catatan Kuliah : Psikologi Perkembangan #1

Setelah beberapa lama kuliah kosong (maklum dosennya lagi sibuk nyiapin buka puasa, hehe...) akhirnya di akhir minggu (Jumat tepatnya) datanglah seorang dosen bernama pak Singgih. Nah, pak Singgih ini akan mengajar mata kuliah Psikologi Perkembangan.

Awal-awal beliau buka dengan menanyai satu per satu nama mahasiswanya berikut asalnya dan alasan kenapa belajar di Psikologi. Saya hanya ditanya nama, kenapa? karena saya datang terlambat sodara-sodara. Kenapa saya datang terlambat? karena itu hari Jumat sehingga informasi lewat HP pun terhambat. Pulang jumatan berjalan ke kantor agak melambat. Lihat HP ternyata di HP ada info darurat, sebuah sms yang masuk jam dua belas lebih seperempat dan kemudian membuat saya terperanjat karena ternyata kuliah jam kedua dipercepat. Padahal saya sampai kantor sudah jam satu kurang seperempat... huehehehe....

Next...
Awal kuliah beliau menanyakan mengenai apa itu perkembangan? Apa bedanya antara perkembangan dan pertumbuhan? Jika Anda mendengar kalimat "Perkembangan Anak itu Cepat Sekali" maka apa saja yang ada di benak Anda? Teman-teman saya pun menjawab :

1. Perkembangan Fisik cepat
2. Daya tangkapnya tinggi
3. Intelegensinya tinggi
4. Perkembangan motorik baik
5. Pengambilan keputusan baik
6. Daya linguistiknya baik
7. Emosinya lebih stabil

Dari 7 opsi di atas, pak Singgih menanyakan mana saja yang bisa terukur? Ternyata hanya poin 1 saja yang bisa terukur dengan jelas. Poin 2 sampai dengan poin 7 tidak bisa terukur. Lho.. Intelegensi kok disebut tidak bisa terukur? Bukannya sudah ada semacam tes IQ gitu ya? Eitt... itu yang diukur adalah fenomenanya. Sepertinya tidak mungkin juga kan,kita mengintip lewat kepala setiap anak untuk mengetahui kecerdasannya? Jadi yang diukur di tes IQ adalah secara tidak langsung yaitu dengan mempelajari tindakan kecerdasan seseorang, biasanya pun tesnya bersifat tertulis.

Oke, mari kita lanjutkan. Untuk poin yang bisa diukur, maka itulah yang disebut dengan pertumbuhan (growth) yaitu bersifat kuantitatif atau terukur. Adapun poin-poin lain yang tidak terukur, maka itulah yang disebut dengan perkembangan, yaitu bersifat kualitatif atau tidak terukur. 

Maka dapat disimpulkan bahwa arti perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Adapun pertumbuhan atau growth adalah peningkatan pada hal tertentu atau individu tertentu baik itu pada jumlah, ukuran, dan lain sebainya. Oleh karena itu dapat disebut pula bahwa pertumbuhan adalah sebuah tahap dalam perkembangan.

Bagaimana bisa disebut mengalami perkembangan? Pak Singgih menyebutkan ada dua hal yaitu sifatnya tetap dan ada sebuah proses perubahan ke arah yang positif. Jadi kalau misalnya ada seorang anak kecil yang tadinya baru bisa merangkak saja kemudian tak lama bisa berdiri, tapi kemudian jatuh lagi, maka itu belum bisa dikatakan sebagai perkembangan.

Next kita akan bahas faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan. Kita akan belajar beberapa teori yang membahas mengenai hal tersebut.  

No comments:

Post a Comment