Wednesday, February 27, 2013

Cinta Kan Membawamu Kembali







Sahabat semua tentu sudah tidak asing lagi dengan lirik lagu berikut ini. Ya, judulnya adalah "Cinta Kan Membawamu Kembali". Lagu yang dipopulerkan oleh Dewa 19, salah satu band favorit saya. Awalnya saya memaknai lagu ini biasa saja, seperti halnya lagu-lagu roman yang lain. Akan tetapi, subhanallah.. pada detik pertama saya mendengarkannya beberapa hari yang lalu, seperti ada sebuah pesan yang perlu saya dalami lebih lanjut dari lagu ini. Sebelumnya, berikut liriknya :


Tiba saat mengerti, jerit suara hati
Letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak, lupakanlah waktu
Temani air mataku, teteskan lara
Merajut asa, menjalin mimpi, endapkan sepi-sepi
[Reff]
Cinta ‘kan membawamu,
kembali disini, menuai rindu, membasuh perih
Bawa serta dirimu,
dirimu yang dulu, mencintaiku, apa adanya
Saat dusta mengalir, jujurkanlah hati
Genangkan batin jiwamu, genangkan cinta
Seperti dulu, saat bersama, tak ada keraguan


 Dan... bismillah... berikut penafsiran bebas mengenai lirik lagu di atas. Namanya juga penafsiran bebas, siapapun bisa setuju atau tidak. Harapannya satu, semoga berkah dan penuh manfaat.

Bisakah engkau dengarkan sejenak jeritan suara hatimu yang terus berbisik meski letih telah melandanya? Suara hatimu yang senantiasa mengajakmu untuk kembali ke fitrahmu sebagai seorang hambaNya. Agar engkau melabuhkan kembali sebuah rasa yang pernah singgah sebelumnya, rasa yang suci tak tercemari.


Bisakah engkau menepikan semua aktivitas yang menyibukkan dan menghabiskan banyak waktumu? Sejenak saja, sebentar saja..demi memahami setiap linangan kesedihan dari hati nuranimu yang selama ini jarang engkau perhatikan. Linangan air mata yang ingin mengajakmu kembali untuk menyadari apa makna penciptaanmu di dunia ini. Membangkitkan kembali mimpi-mimpi mu untuk menjadi seorang yang bermanfaat bagi sesama. Tidak membiarkan engkau sepi berdiam diri, melainkan menebarkan cahaya kemanfaatan, agar dunia ini penuh warna kebaikan.

Maka hanya cintaNya yang akan bisa membawamu untuk kembali. Kembali merasakan kedekatan dengan yang Maha Memiliki Cinta, merasakan rindu untuk berdekatan denganNya. Bersimpuh sembari mengalirkan linangan air mata yang kan membantumu untuk menghapuskan perih, rasa tidak nyaman yang engkau rasakan. Cinta yang akan menjadikanmu kembali membawa dirimu yang awal mula dulu sudah membenarkan keberadaanNya dan bersedia menerima amanahNya. 

Sebagaimana dalam firmanNya yang mulia “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.” Ya, mencintai tanpa ada alasan apapun, unconditional love.

Jadilah dirimu sendiri. Tak usahlah engkau selalu ingin menjadi sama dengan orang lain sedangkan suara hatimu justru menyuarakan ketidaknyamanan. Sadarilah bahwa setiap insan diciptakanNya dengan begitu unik, dengan segenap potensi yang akan menjadikannya kuat dalam mengemban amanahNya. Maka saat engkau khawatir untuk menjadi dirimu sendiri, genangkan kembali cinta (unconditional love) dalam dirimu. Meniatkan semuanya hanya untukNya, seperti masa dulu, saat di mana engkau benar-benar sadari akan keberadaanNya yang begitu dekat denganmu.

Alhamdulillaah... bagi saya ini sebuah pesan yang sungguh luar biasa. Pesan untuk mengajak saya menjadi diri saya sendiri, mengajak saya untuk kembali mendekat kepadaNya, mengingatkan akan tujuan seorang manusia diciptakan di dunia ini.

Semoga sharing ini bermanfaat, mohon dimaafkan jika ada kata-kata yang barangkali kurang pas di benak sahabat semua yang membaca postingan ini. Mari terus berbagi manfaat :)


No comments:

Post a Comment