Friday, October 14, 2011

Tentang Cinta.... Tentang Rasa....

Cintaa... ah lagi-lagi tentang sebuah kata yang sepertinya tak kan pernah habis untuk diperbincangkan...

Ya, semua orang layak untuk mencintai ataupun dicintai. Iya, semua orang normal pasti akan merasakannya.

Tapi, kalau kita berbicara tentang cinta, kalau kita bayangkan cinta atau mungkin juga merasakannya, maka bagi saya sendiri, sepertinya saya berhutang cinta kepada DIA yang telah memberikan saya hidup dan kesempatan untuk terus berbenah dan kembali memberikan cinta kepadaNya.

Saya juga berutang kepada kedua orang tua saya, ayah saya, ibu saya kedua sosok bijaksana yang selama ini menyertai dalam setiap tumbuh kembang saya dari semenjak kecil hingga dewasa.
Ah, jadi teringat masa-masa kecil dulu, yaaa mungkin pengaruh tontonan, pengaruh pergaulan dan yaa itu, masih anak-anak. Seriiing sekali dulu itu berkata kasar sama ibu, sampai berulang kali harus memohon maaf kepada beliau. Seriing sekali membuat kesal ibu saya, ayah saya.

Daan, subhanallah... pada suatu saat ketika saya sudah beranjak dewasa, saya kok seperti disadarkan sama Allah. Ini terjadi di awal-awal kuliah, saat itu (karena saya orang jawa) seprti ada yang bilang "hei bayu, kamu itu kalau sama orang lain, tetangga bisa sopannya minta ampun, eeeh ini sama orang tua malah ga sopan (pake bahasa krama inggil-red).

Dari situ, akhirnya pada waktu momen idul fitri, saya beranikan untuk menyampaikan kepada beliau berdua, mulai sekarang dan seterusnya saya pengen bicara pake bahasa krama inggil sama bapak dan ibu.... Alhamdulillaah sampai sekarang... trus rasanya? subhanallaah...nyaaman sekali. Saya jadi ngerasa lebih deket sama beliau berdua. Apalagi dengan lantaran "pelajaran cinta" yang juga sempat dirasakan (btw apaaan tuh "pelajaran cinta"----rahasia, ahahaha...) semaaakin sayaaang saja sama beliau berdua.

Begitu bahagianya beliau berdua saat itu saya akhirnya berhasil lulus dari kuliah saya. Saya yakin kebahagiaan beliau berdua jauuuh melebihi kebahagiaan saya saat itu. Barangkali semua beban yang selama ini beliau berdua emban, serasa berkurang banyaaak sekali. Beliau berdua yang harus berjibaku untuk menjemput rizkiNya demi menyekolahkan saya dan adek saya. Beliau berdua yang rela hidup dengan saaangat sederhana demi melihat anak-anaknya berhasil. Dan semua kelelahan yang sudah beliau berdua alami seakan sirna begitu saja melihat keberhasilan anak-anaknya.

Sebuah kejadian yang saangat luar biasa adalah pada waktu saya berulang tahun bbrp tahun yang lalu, saat itu pada waktu saya sedang di mushola dalam rumah, pagi-pagi tepat di hari ulang tahun saya, tiba-tiba ibu saya mendatangi saya dan memeluk saya dan beliau menyampaikan... "Nak, aku bangga punya anak seperti kamu" aah, masya Allaah, subhanallah...
jiwa ini serasa bergetar, mata ini tak dapat menahan air mata yang ingin segera meluap keluar... momen yang sungguh berarti buat saya... padahal saya sendiri ngerasa belum melakukan apa-apa untuk beliau... memang kasihmu tulus ibu...memang kasihmu tak kan lekang oleh waktu... memang dirimulah yang kan tetap mencintai dan menyayangi anakmu ini seperti apa adanya anakmu ini.... dan doaku, semoga kelak yang kan mendampingi anakmu ini adalah seseorang yang juga sama sayangnya seperti engkau menyayangiku ibu.....

hmmmh, dan kini...aku selalu rindu untuk selalu memeluk beliau berdua ketika saya pulang, atau kapanpun saya bertemu beliau berdua...

Ayah, sosok yang begitu bijaksana, dia yang mengajari saya begitu banyak ilmu tentang kepemimpinan, tentang bagaimana memiliki sifat rela berkorban... ayah yang juga saya tahu betul saaaangat sayang sama ibu saya....

Ibu, wanita yang begitu luar biasa, perjuangan yang tak kenal lelah untuk mengupayakan yang terbaik bagi putera-puterinya, doa yang saya yakin tak pernah lepas tersampaikan oleh beliau...

Bahagia bisa memeluk beliau, merasakan hangatnya kasih sayang, merasakan hangatnya cinta dari beliau yang telah paham makna cinta :)

dan satu lagi, untuk seorang adekku yang cantik, adek yang dulu sering saya buat nangis... dan sekarang telah menjelma menjadi sosok yang menurut saya jauuuh lebih dewasa, dengan segala pengalaman dan pengetahuannya.... saya bangga, bersyukur dikaruniai adek seperti dia... terkadang bisa merasakan juga apa yang dirasakan kakaknya ini, dan saya tahu seperti halnya saya yang juga sayang sama dia...dia adalah wanita selain ibu saya yang rasa sayangnya tak kan ada yang bisa melebihinya... thanks my lovely sista... :)

Daaan...mungkin suatu saat akan ada satu sosok lagi yang akan menghiasi hari-hari saya, anak-anak saya kelak dengan cinta... yah, seorang wanita yang mungkin sampai saat ini masih disimpanNya, karena DIA tahu saya kudu banyak berbenah dulu agar pada saat yang tepat bisa bersanding dengannya..... :)

wellll...sudah jam 2 pagi...saaatnya melanjutkan aktivitas yang lain :)

------SALAM CAHAYA KEBERMANFAATAN SOBAT------

Thursday, October 13, 2011

Akh...Gadis itu, terima kasih.... :)

Dari pagi selepas men-charge ruhani di salah satu masjid di dekat Sardjito, akhirnya memutuskan untuk sejenak men-charge fisik di salah satu warung gudeg terkenal di Djogja. Selesai, lalu menuju perpusatakaan salah satu universitas terkenal di Jogja yang berada di pinggir jalan Kaliurang berdekatan dengan sebuah koperasi mahasiswa "universitas kerakyatan" :D

Nah, saat menuju ruang ibadah di sana terlihat ada seorang mahasiswi yang sedang duduk sambil meletakkan makanan yang akan disantapnya. Cukup lama mahasiswi ini memandang makanan yang ada didepannya, tak lama kemudian matanya sejenak tertutup, mulutnya beberapa kali berkomat-kamit dan akhirnya membuka mata lagi dan melakukan ritual menggerakkan tangan di depan dadanya (model berdoa salah satu agama tertentu). Aaaaah, ternyata mahasiswi ini baru saja melakukan ritual doa sebelum makan.

Hmmm... pelajaran yang luar biasa buat saya, pertama, pelajaran untuk selalu inget sama Tuhan dimanapun berada, kedua... bener2 memaknai makna berdoa yang ga cuma formalitas tapi bener-bener dihayati, seolah-olah dia sedang berhadapan dengan Tuhannya, yang ketiga, pelajaran menahan diri, ga langsung tiba-tiba makan, tapi masih bisa mengontrol dirinya untuk menahannya sejenak, kemudian memanjatkan doa......
wuiiihhhhhhhhh, pelajaran yang nilainya mahaaal banget, tapi subhanallaaah... Alloh kasih saya gratisss hari ini...

Ah, saya pun melangkah masuk ke dalam perpustakaan lagi. Tak lama kemudian, terdengar panggilan untuk menghadap, dan akhirnya menuju ke ruang ibadah yang ada di perpustakaan lagi... eeeh, ternyata sang mahasiswi masih ada di situ sambil membawa sebuah buku tebal yang kemungkinan besar adalah kitab suci agamanya. Begitu khusyuk dia membaca.... begitu hening....
masya Allah...luar biasa sekali....
*ibadah dzuhur pun selesai
keluar dari ruang ibadah, eeeh... si mbak-nya ini masiiih saja begitu khidmat dengan kitab sucinya, mungkin sambil merenungi juga kali ya...beeegitu khusyuk...terlihat begitu meresapi setiap ayat/ pasal dalam kitab sucinya...

Daaan.... siiiiiiiing.... kembali sinyal cahaya hikmah itu datang lagi... seolah-olah ingin mengatakan... "hai dirimu yang juga memiliki kitab suci, seberapa sering engkau bersentuhan dengan kitab sucimu, seberapa sering engkau membacanya dengan khidmat sehingga engkau pun mendapatkan pencerahan dariNya....?"

Aaah, ingin rasanya berterima kasih pada mbak mahasiswi ini, tapi semoga sudah terwakili dengan mengucapkan syukur kepada DIA yang telah mengirimkanya untuk menyampaikan hikmah yang begitu berharga hari ini....

Alhamdulillaaahirobbil'aalamiiin...

Sayup-sayup terdengar alunan lagu BUNDA-nya Melly Goeslaw yang seolah-olah telah berganti liriknya menjadi :...

Ku buka album coklat
Penuh debu dan usang
Ternyata itu kitab suciku
Kuakui jarang terbaca...

Pikirku pun melayang
Rindu hikmah dariNya
Teringat lagi kitab suciku
Ingin ku membacanya...

***************END******************SALAM CAHAYA KEMANFAATAN********

Thursday, October 6, 2011

Maka Menyatulah Cinta

Jika kau bertanya tentang rasa..
Mungkin rasa sedang tak ditempatnya
Mungkin rasa ini sedang menenangkan diri
Untuk sementara waktu

Jadi kuizinkan saja
Jadi kubiarkan saja
Jadi kulepaskan saja
Agar rasa itu menemukan pasangannya
Agar rasa itu terbimbing temukan bahagia

Sementara bersabarlah
Sementara berbenahlah
Rapikan semua, Indahkan semua
Sehingga ketika sang Rasa telah kembali
Membawa pelengkapnya...
Separuhnya yang juga telah rapi..
Separuhnya yang juga telah indah..

Maka menyatulah cinta

Menangislah...Bila Harus Menangis :(

Kalau kita misal pernah ngeliaat ada adek kita yang masih kecil misalnya saja terjatuh apa sedih gitu, satu hal yang biasanya dia lakukan adalah menangis....bahkan kadang nangisnya bisa kuencenggg pool. Eh, tapi ga berapa lama udah dieem, udah ketawa-ketawa lagi. Sepertinya udah lupa tuh ama yang dirasaain.

Yup, itu adek-adek mas... nah kalau orang dewasa apa ya bisa kaya begitu.. sedih, nangis, trus langsung bisa ketawa lagi... oke mari kita bahas lebih lanjut...
Kalau si adek kecil,kenapa dia habis nangis terus bisa cepet pulih lagi karena dia belum punya banyak timbunan file kurang baik dalam dirinya. Peristiwa apapun yang dialaminya bisa jadi tidak bermakna apapun alias netral, akhirnya... begitu udah nangis (sekedar meluapkan rasa) habis itu udah clear deh...

nah, kok yang sudah dewasa (lebih tepatnya tua kali ya, ehehehe... kan tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan) seringkali lama banget dalam me-release atau melepaskan perasaan sedih atapun ga nyaman dalam hati? Jawabannya adalah bisa jadi karena kurang mampunya orang yang sudah tua dalam memaknai apa yang terjadi dengan persepsi yang memberdayakan dirinya, atau minimal netral deh, biar kita bisa berpikir lebih jernih. Bagaimana proses pemaknaan ini bisa terbentuk? salah satunya dipengaruhi oleh sekian banyak hal baik itu pengalamannya jaman dulu, dari buku2 yang sering dibaca, dari lagu2 ataupun tontonan-tontonan, pengaruh dari pihak eksternal teman-temannya yang akhirnya membentuk sebuah rumusan tertentu ketika menyikapi sebuah peristiwa.

Waa, tapi kalau tiba-tiba kita dipaksa langsung menyikapi positif terhadap misalnya hal yang jelas2 itu membuat kita sedih kan ga mudah? Yup, bener banget... sebagaimana anak kecil yang responnya langsung menangis ketika terjatuh... Tak ada yang salah ketika kita merasakan sesuatu lalu kita memunculkan respon alamiah entah dalam bentuk apapun itu... termasuk dengan menangis...iya..m e n a n g i s ... *ih cewek bangett... Haaa, siapa bilang menangis cuma punya cewek, mekanisme alamiah yang muncul dari dalam diri seseorang itu pasti juga sudah diciptakan sedemikian rupa olehNya sehingga bisa bermanfaaat bagi manusia. Bahkan ada sebuah penelitian juga yang nyebutin kalau pada waktu kita menangis ada zat tertentu (semacam zat garam) yang keluar yang akan membantu kita menjadi lebih tenang lagi. Nah klop sama penelitian yang nyebutin juga bahwa sebenrnya yang lebih banyak ngerasaain stress itu adalah cewek,eittt… tapii… (katanya penelitian itu) yang lebih banyak make obat-obatan penenang, minum minuman keras malah kebanyakan cowok. Loh kok bisa?? Di situ disebutin karena umumnya cowok “rada pantang” untuk ngeluarin air mata alias menangis pada waktu ada sesuatu hal yang “seharusnya” bisa menangis. Naaah…buat mbak2nya yang ngerasa wanita, harusnya bersyukur banget nih ternyata dalam dirinya justru jauh lebih mudah dalam merelease permaslahannya.

Trusss?? Selesai gitu aja kalau udah nangis?? Hwehehehe….enak aje, waniii pirooo??hahahaha….

Tidak sesederhana itu, menangis hanyalah salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk lebih meringankan beban kita. Langkah selanjutnya adalah, sambil menangis tetep akui saja apapun yang kita rasakan saat itu, yang muncul adalah rasa sedih… yaa akui saja, “Yaaa…saya akui, saya sedang sedih”. Lagi marah?? Yaaa… said that “ yaaa…saya akui saya sedang marah”. Akui saja, sadari saja semua perasaan yang kita alami, yang kita rasakan, terima dengan I K H L A S karena bagaimanapun juga perasaan yang ada/ yang muncul dalam diri kita adalah juga bagian dari diri kita yang kita kudu bersahabat baik juga sama dia.

Emangnya kenapa kita perlu A K U I , S A D A R I, T E R I M A??

Logikanya sederhana saja, dengan eksperimen sederhana ini rekan-rekan pembaca akan tahu maksudnya. Jadi gini, pada waktu sedang makan makanan tertentu, cobalah untuk beberapa suapan pertama bener2 dirasain, pelan2, fokuskan perhatian kepada rasa makanan yang sedang di makan. Sudah? Nah, perhatikan, apakah Anda merasakan ada beberapa rasa yang bisa muncul di sana? Dan ternyata tidak hanya satu rasa saja?

Nah demikian juga dengan emosi kita, pada waktu kita merasa kurang nyaman, sadari, akui, terima saja perasaan itu dan dengan itu akan memudahkan diri kita untuk menyerap “makna” lain yang ada dibalik perasaan2 itu. Kita akan jadi lebih aware dengan segala sesuatunya, apa untungnya, apa ruginya, apa sebenernya maksud dibalik semua ini dsb. O T O M A T I S… dengan mudah kita melakukan langkah selanjutnya… I K H L A S dan S Y U K U R lalu memPasrahkan dengan menyampaikan… “Ya Allah, terima kasih atas semuanya, walaupun mungkin bbrp pesan sudah saya dapatkan dari adanya keadaan ini, tapi bila mungkin masih ada sisa2 kemarahan dalam diri saya, dengan penuh kesadaran pula saya memPutuskan untuk melepaskan semuanya, mengembalikan semuanya kepadaMu, dan berikan kemudahan kepada hamba untuk mengakses semakin banyak hikmah dari hal ini dan mudahkan hamba juga untuk mengakses perasaan tenang..damai..ikhlas berserah……”

Abis itu, boleh lah nangis lagi… tapi semoga udah brganti dengan nangis terharu, karena udah sadar betapa banyak kasih sayangNya yang telah kita abaikan begitu saja, dan betapa besar perhatianNya dengan memberikan permasalahan yang ada yang ternyata tujuannya adalah agar kita sadar untuk lebih memberikan Perhatian juga padaNya….

Wedeeeeh….jadi mari kita tutup uraian ini dengan lirik lagu DEWA… AIR MATA….

Jrengggg….”

air mata telah jatuh membasahi bumi
takka sanggup menghapus gelisah
penyesalan yg kini ada
jadi tak berarti
karna waktu yg bengis terus pergi

menangislah bila harus menangis
karena kita semua manusia

manusia bisa terluka manusia pasti menangis
dan manusia pun bisa mengambil hikmah

dibalik segala duka tersimpan hikmah
yg bisa kita petik pelajaran
dibalik segala suka tersimpan hikmah
yg kan mungkin bisa jadi cobaan

Salam Cahaya Kebermanfaatan sobat :)

Sudah cukup ini bagianku.....

Kejadian ini saya alami saat pulang ke kampung halaman (Purworejo BERIRAMA *halah, njuk ngopo...wehehehe...) Di siang hari nan panas saya pergi ke sebuah Bank untuk ambil sejumlah uang yang akan saya gunakan untuk membuat rekening baru di bank yang lain. Selesai mengambil uang, karena ada tukang parkir di situ, tak ambilken saja 1 lembar uang 1000 rupiah dan saya serahkan padanya. Begitu uang saya serahkan, eh dikembaliiin ama si tukang parkir 500 rupiah, cuman karena udah diniatin ngasihnya 1000, ya sudah saya bilang saja .."sedaya kagem bapak kemawon (semua untuk bapak saja) .." dan sambil lalu saya perhatikan si tukang parkir ini, secara usia ya sekitar 30-an tahun lebih, sepertinya juga sudah berkeluarga.

Perjalanan dilanjutkan ke Bank tempat saya pengen buat rekening baru. Selesai urusan di sana, sempat menyempatkan diri menikmati salah satu minuman khas yang cukup terkenal di Purworejo, dawet jembatan Butuh...wuih...seger...mantep, apalagi siang-siang....pas panas-panas gitu....jadi adem lagi deh pokoknya. Lagian harganya murah lagi, cukup 5000 udah dapet 2 mangkok dan jaminan kenyang. Dawetnya lembuut, ditambah gula jawa cair yang sudah diramu sedemikian rupa ditambah lagi santan yang sudah dipadu dengan ess...hmmm, menambah nikmatnya ini minuman...... Loooh, jadi ngomongin dawet malah....heehe...

Ooke lanjut, selesai makan dawet, akhirnya saya balik lagi dan kembali lagi ke bank yang tadi (tempat saya ambil uang) dan ternyata tukang parkirnya masih sama dengan yang tadi. Selesai ambil uang lagi, saya kasih dah seprti biasanya, uang parkir, saya ambil lagi 1000 trus tak kasihken lagi ke bapaknya ini. Eeeeeh, ternyata D I T O L A K !!! and he said " ...sampun mas, mboten usah, wau kan sampun.... (sudah mas, tidak usah, tadi kan udah dikasih)..."

Nah, karena duit udah terlanjur dikeluarin, tetep saya paksa dia untuk nerima....*maksanya biasa, ga pake pisau segala, apalagi pelintir kumis...hhehehe....
Eh, walaupun begitu, tetep aja dia keukeuh ga mau terima... udah gitu, begitu saya jalan, masih aja diseberangin ama dia...wuih, baek bener ni orang.

Sambil di jalan, saya renungi lagi kejadian barusan. Ahh... Subhanallah, si bapak tukang parkir mengajarkan saya sebuah hal yang begitu berharga.... Dia hanya ambil yang memang menjadi haknya dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan amanah yang diterimanya sebagai tukang parkir. Yang menarik adalah, melihat sikap tulusnya saja, saya malah tadi sempet kepikiran mau ngasih lebih banyak lagi sama dia *inget, cuman sempat kepikiran aja....hahaha... bukan apa-apa kalau ditolak lagitakutnya malah ribet, di lain pihak saya juga udah keburu2 harus balik ke Ngayogjakarta Hadiningrat...

*tuing... Sambil mikir lagi di jalan, kalau saya aja yang hanya manusia berpikir untuk ngasih lebih ketika melihat kesungguhan, ketulusan dan kejujuran dia bekerja, apalagi DIA yang Maha Pemberi Rizki, barangkali yang akan diterima oleh si tukang parkir jauuuuuh lebih banyak dengan apa yang telah dilakukannya.

hmmm, luar biasa memang hidup ini, seandainya mata kita mau lebih terbuka, wooooow, begitu banyak terbentang lautan hikmah yang kita bisa dapatkan kapanpun dimanapun. Dari tukang parkir saya belajar tentang bagaimana menjalankan amanah dengan luar biasa, mengambil yang memang itu haknya. Kalau mau ditambahin lagi, si tukang oarkir ini kan tugasnya jagain motor yang dititipin, kalau motornya diambil ya karena dia tahu itu juga bukan milikku ya monggo kalau mau diambil. Semua hal yang kita alami, rezeki, jodoh, ilmu, termasuk nyawa kita atau nyawa seseorang, itu pada hakekatnya kan cuman titipan dari Allah, kapanpun yang punya mau ambil, ya kudu ridho atasnya....

Oooke...sekian dulu, mau dipanjangin bisa aja....tapiiii....hehehe lain waktu aja lah ya...

Have a nice day, have a barokah day, Happy Birthday :D

Tuesday, October 4, 2011

Menulis ooooh... Ayo Menulis lagi...hehehe...

Ah memang hidup ini indah dan seharusnya kita menjadikan hal apapun yang kita alami sebagai sebuah rangkaian perjalanan hidup yang begitu bermakna. Bukan hal yang mudah memang untuk bisa memunculkan kesadaran ini, membutuhkan kepekaan rasa dan kepekaan rasa ini bisa muncul manakala kita selalu terconnect dengan DIA Yang Maha Memiliki Rasa.

Bahwa semuanya tidak ada yang kebetulan, bahwa semua hal yang kita alami pasti memiliki maksud yang mana maksud itu pastilah baik untuk kita. Even untuk sebuah hal yang barangkali membuat kita tertekan, sedih, sakit hati, putus asa... semuanya tetap ada maksud baik didalamnya. Paling tidak, kita jadi lebih deket deh ama Dia yang Maha Hidup ni, karena kalau ga dikasih masalah, bisa jadi semakin jauuuh, jarang instropeksi diri, boro-boro bersyukur, boro2 sekali waktu memohon dengan lembut....

Aaah.... dan kalau akhirnya hari inipun saya memutuskan untuk menulis lagi...hehehe...pasti juga ada maksud baiknya nih. Ternyata, dengan tulisan kita bisa menginspirasi orang lain, selain denga berbicara tentu saja.... dan bisa jadi ini sinyal juga untuk saya segera memulai dan akhirnya menyelesaikan rancangan buku yang ingin saya susun terkait dengan tema CINTA...hehehe... ya bagaimana memaknai cinta dan menyelesaikan permasalahan yang brkaitan dengan cinta.... trus judulnya apa? nhaa itu... belum nemu....

huffft.... awalan menulis yang cukup menyenangkan, belum ngalir tapi udah lumayan lah... kudu meningkatkan frekuensi membaca lagi nihh.... :)

Salam Cahaya kemanfaatan :)

Sunday, February 6, 2011

Episode Perjalanan Makna -- Menyelam di Air Bening

Apa jadinya jika saat Anda memutuskan untuk menceburkan diri Anda di air yang keruh, bahkan penuh kotoran? Ya, tentu anda tidak bisa melihat dengan jernih apa yang ada di kedalaman airnya bukan? dan selanjtnya, ketika Anda memutuskan untuk keluar dari air kotor tersebut, sudah barang tentu tubuh Anda kotor, bahkan muncul bau yang tak sedap.

Namun apa yang terjadi jika sebaliknya? Anda memutuskan untuk menceburkan diri di air yang jernih...bening..?? Ketika anda menyelam, dengan mudah anda menikmati suasana yang ada didalam air tersebut, dan ketika Anda memutuskan untuk keluar dari air tersebut, tubuh anda akan menjadi segar, penuh energi.

Bagaimana cara kita menyusun impian, bagaimana cara kita menyelesaikan masalah, bagaimana cara kita menjalani hidup dengan nikmat adalah ketika kita selalu berupaya untuk menjadikan diri kita selalu menyelam ke dalam diri, tentunya diri adalah seperti air, yang ketika airnya bening, maka dengan mudah kita akan memunculkan ide2 baru, dengan mudah kita memaknai setiap masalah yang dikirimkanNya kepada kita.

Dan air yang mengalir bening/ jernih tentunya berasal dari sumber air yang jernih pula bukan? maka rawatlah dengan baik sumber air itu, sehingga darinya selalu mengalirkan kesejukan..kesegaran...kedamaian. Rawatlah hati Anda, bersihkan dia dari kotoran2 yang menempel di sana... sehingga dalam kondisi apapun yang anda alami, paling tidak masih bisa berharap adanya aliran kesadaran untuk berpikir lebih jernih, berpikir lebih ikhlas... sehingga menjadikan diri berdaya...

selamat menyelami samudera hati.... :)

Modinan, 6 Februari 2011... 09:55

Episode Perjalanan Makna -- Ekspansi Kesadaran

Apa jadinya ketika Anda dimaki seseorang " Woiiii... dasar goblok Luu!!!"
Kemungkinan besar yang terjadi adalah kita membalasnya dengan dengan ucapan yang sama kasarnya atau bahkan lebih kasar dari yang diucapkannya. Atau yang terjadi adalah sebenarnya kita marah, tapi kita pendam saja, seolah tidak terjadi apa-apa pada diri kita. Mana yang lebih baik?

Hehe, yang lebih baik adalah latih kesadaran kita untuk menyadari apapun yang sedang kita alami saat itu dengan baik, dan terima saja apapun rasa yang ada dalam hati. Marah?? ya dengan penuh kesadaran katakan... " ya, saya sedang marah sekarang...ooke, saya harus sadari dan terima keadaan saya ini...saya memang sedang marah". Nikmati beberapa saat, amati saja perasaan marah itu...sampai akhirnya aliran marah itu semuanya terserap ke lembah kedamaian hati. Dalam prosesnya, Anda bisa lakukan... namun saya memilih untuk melepaskan semua rasa ini kepadaMu ya Rabb... mohon turunkanlah kepada diri sebuah ketenangan...kedamaian... untuk bisa memaknai semuanya dengan baik...

Ahaa....
dan setelah itu, bisa jadi Anda akan berpikir ulang dalam memaknai ucapan " Woi... dasar goblok luu!!!" menjadi :
1. Ah, bisa jadi dia lagi banyak pikiran, lagi banyak utang kali yee... pantesan aja dia marah2..
2. bentaar... jangan2 aku memang salah ambil tindakan yaa...kalau iya, berarti bener apa yang disampaikannya bahwa SAAT INI aku bodoh dengan membuat keputusan ini, tapi NANTI dengan SUmber daya yang lebih baik, aku akan menjadi lebih baik lagi...jadi terima kasih ya telah menyadarkanku
3. wah...wah..wah..luar biasa ya beliau, tahu aja kalau ogut emang guoblok.....ahahaaaahahaha....tapi paling tidak ogut sadar kalau masih guoblok, jadi ogut bakal banyak berbenah biar jadi lebih pinteer... :)


ooke, selamat ber-ekspansi.... :)

Modinan, 6 Februari 2011.. 09.35

episode Perjalanan Makna--Back To Zero

Tentu kita harus menyadari bahwa semua hal yang terjadi dalam hidup kita tidak pernah lepas dari campur tangan Dia Yang Maha Tahu. Apapun aktivitas Anda saat ini, itulah garis yang telah ditentukanNya. Tak ada satupun manusia yang bisa mencegah jika Dia sudah berkehendak. Satu hal yang bisa dilakukan oleh manusia adalah memilih untuk mensyukuri semuanya, menyerap sari-sari hikmah yang ada di dalamnya dan menjadikannya sebagai bahan untuk di kemudian hari menyemai benih-benih kehidupan yang jauuh lebih baik lagi dari sebelumnya. Tak ada yang bisa dilakukan oleh manusia kecuali dengan bersyukur yaitu memilih untuk mempergunakan segala nikmat yang diterimanya untuk menebarkan sebanyak mungkin kemanfaatan, menjadikan dirinya sebagai seorang hamba yang bertugas untuk selalu khidmat menjalankan segala perintah yang telah tertulis dalam sebuah untaian kata penuh sarat makna dalam kitab suciNya dan dalam perkataan-perkataan yang dilewatkanNya melalui pesuruhNya, nabiNya yang sungguh mulia, Muhammad.

Dalam hidup ada suka ada duka, ada marah, ada benci, ada ramah, ada dendam, ada ketulusan, ada kejujuran, ada keangkara murkaan dan masih banyak lagi. Memang begitulah warna-warni dunia ini. Memang begitulah kehendakNya agar hidup ini seimbang, agar orang bisa memilah dan memilih jalan mana yang akan ditempuhnya. Bagaimanapun semua orang sedikit atau banyak sebentar atau lama pastilah akan mengalami kondisi-kondisi yang berbeda dari satu saat ke saatnya. Bisa jadi orang sekarang menjadi sukses, tapi sebelumnya atau mungkin dalam perjalanan kesuksesannya bisa jadi beliau juga pernah menjumpai sebuah kegagalan walaupun bisa jadi kecil. Ibarat berjalan, tidak selalu jalan itu lurus, tidak selalu jalan itu rata, kadangkala kita menjumpai belokan, kadang kala kita menjumpai kerikil atau gundukan yang membuat jalan tidak lagi rata. Kuncinya bagaimana seseorang bisa tetap dengan nyaman berjalan disana adalah ketika dia memiliki keseimbangan. Ya, keseimbangan yang berpusat pada hati. Keseimbangan yang berakar dari adanya pemahaman mengenai kekosongan.. Iya betul, kosong. Karena kita bukan apa-apa, karena kasih sayangNya kita hidup, karena kemurahanNya kita bertahan, karena ampunanNya kita masih diperpanjang usianya untuk bertaubat. Maka senang atau susah, berhasil atau gagal, lebih baik tidak larut didalamnya, biarkan semuanya terlepas, kita kembalikan kepadaNya dalam bentuk rasa syukur yang dalam, kita kembalikan kepadaNya dalam bentuk kepasrahan...melepaskan..mengembalikan semua yang berasal dariNya agar kembali padaNya...dengan sepenuh keyakinan, keyakinan akan keadilannya, keyakinan mengenai sebuah keputusan terbaik untuk sebuah hikmah yang luar biasa bagi hambaNya yang mau mengerti, bagi hambaNya yang ingin mencicipi secuil rasa yang begitu nikmat dari yang namanya roti kehidupan ini...


Modinan, 6 Februari 2011....09.05 WIB