Saturday, December 22, 2012

Kereta Api Sufi (bagian kedua-habis)



Aha... dari keluarga ini saya belajar tentang ilmu parenting, yang tentu akan sangat berguna ke depannya. Tak berapa lama hal menarik terjadi. Saat hari sudah mulai malam, tampak anak-anak dari keluarga tersebut sudah mulai capai. Anak yang kecil sudah tertidur di pangkuan ibunya. Sementara yang sulung pun sudah mulai merebahkan diri. Demi memberi tempat kepada anaknya, sang bapak pun berpindah tempat sambil membawa alas berupa koran dan duduk dilantai kereta. Beliau membiarkan anaknya tertidur di kursi kereta dengan tempat yang cukup lapang. Namun tak lama, sang anak sulung terbangun. Dia tampak kebingungan mencari ayahnya. "Ayah di mana ibu?" tanya sang anak. "Oh, itu di sana ayahmu nak, sudah tidur saja ya" jawab ibunya. Tiba-tiba saja sang anak berdiri, sambil mengambil kertas koran juga dan berkata kepada ibunya, "ibu, aku ingin nemenin Ayah, kasihan ayah sendiri di sana". Subhanallaah.... sepertinya keluarga ini berhasil menanamkan nilai -nilai kebaikan kepada anak-anaknya. 

Tak berapa lama saya sempet tertidur sejenak... bangun sudah jam 12-an malam. Eh... masih banyak saja pedagang asongan berlalu lalang (namanya juga Ekonomi bay..huehehe..). Dengan semangatnya mereka memanggul dagangan mereka. Dari mulai makanan, minuman, oleh-oleh, dan masih banyak lagi. Mereka adalah pejuang yang luar biasa. Jadi teringat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani , beliau meriwayatkan bahwa  Pada suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk dengan sahabat-sahabatnya, tiba-tiba tampaklah seseorang yang terlihat muda yang amat kuat dan perkasa yang sedang bekerja dengan penuh semangat di pagi itu. Para sahabat berkata " kasihan sekali orang ini, andai kata kemudaan serta kekuatannya itu untuk sabilillah (jalan Allah) alangkah baiknya". Demi mendengar ucapan salah seorang sahabatnya, beliau bersabda " Janganlah kamu sekalian mengatakan sedemikian itu, sebab orang itu kalau keluar dari rumah untuk bekerja guna mengusahakan kehidupan anaknya yang masih kecil, maka ia telah berusaha untuk sabilillah. Jika ia bekerja itu untuk dirinya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itupun untuk sabilillah. Tetapi apabila bekerja karena untuk berpamer atau untuk bermegah-megahan, maka itu untuk sabilisy syaithan atau mengikuti jalan syetan"
Semoga beliau-beliau para pedagang tadi termasuk orang-orang yang masuk golongan beraktivitas untuk sabilillah, aamiin. 

Satu hal yang menarik dari para pedagang itu adalah ketika saya melihat diantara mereka ada yang capai, dengan santainya mereka meletakkan dagangan mereka di dekat kursi penumpang lalu mereka bersandar disana. Damai...bahagiaa... itu tak perlu syarat, mereka begitu menikmati hidupnya. Bagi saya itulah pelajaran luar biasa yang saya dapatkan.

Dan sebagai penutup, terkait dengan  judul artikel ini juga. Setelah bertemu dengan bermacam-macam fenomena luar biasa dalam kereta, akhirnya saya menemui juga fenomena yang lain. Ya, saya menemui juga akhirnya yang orang sering sebut beliau yang terhormat dengan sebutan PENCOPET. Dan tidak tanggung-tanggung, seluruh tas saya dan isinya dibawa oleh beliau. Kejadian itu berlangsung begitu cepat, beberapa saat sebelum sampai di stasiun tempat saya berhenti. Awalnya saya kaget... Deghhh... baru kali ini kecopetan porsi besar, pikir saya waktu itu. Tapi okelah, saya berusaha menenangkan diri saya, tidak berpikir apapun kecuali ikhlas dan pasrah. Lha bagaimana lagi...barangkali rejekinya si pencopet kali ya...

Finally...saat turun, saya akhirnya cuma bawa satu kardus berisi oleh-oleh, plus jaket, kaos, dan celana yang melekat di badan dan satu HP yang batereinya sudah drop. Padahal saya akan tinggal beberapa hari di sana. Saat akhirnya duduk...sambil menunggu jemputan saya merenung... Fuih... Subhanallah..Astaghfirullaah..Alhamdulillaah... sepertinya Tuhan ngejawab doa saya, melalui jawaban yang sering saya sampaikan sebelum berangkat ketika ditanyai oleh sahabat saya... "Naik apa bay?" tanya sahabat saya. Jawab saya "Naik KERETA API SUFI". 

Well...bener-bener diuji deh akhirnya kata -kata "sufi" ini.... :)


No comments:

Post a Comment