Sunday, September 1, 2013

Manusia dan Buku

Pada setiap hal apapun yang Tuhan ciptakan di dunia ini, selalu terkandung banyak pelajaran. Kita bisa mendapatkan hikmah, mendapatkan motivasi, juga inspirasi. Saat kita mengamati sebuah buku tulis misalnya. Buku tulis ini bisa menggambarkan diri kita sebagai seorang manusia.

Bagian depan dari buku tulis (cover depan) seolah menggambarkan tanggal lahir kita. Saat dimana kita diciptakan olehNya di dunia ini. Kalau cover depan menggambarkan tanggal lahir kita, maka tentu saja cover belakang adalah menggambarkan tanggal kematian kita. Begitu kita masuk ke halaman pertama dalam buku tulis, itulah masa kehidupan kita selanjutnya. Lembaran-lembaran buku menggambarkan waktu demi waktu yang kita lalui dalam hidup ini.

Lalu bagaimana dengan tulisan yang kita tuliskan dalam tiap lembarannya? Tulisan yang kita goreskan dalam lembaran buku menggambarkan aktivitas hidup yang kita jalani semasa hidup. Seperti kita ketahui, dua pilihan utama adalah aktivitas hidup yang baik dan penuh berkah, atau sebaliknya.

Seperti halnya manusia, ada yang berumur panjang, ada juga yang berumur pendek. Buku tulis pun demikian, ada yang tebal, ada juga yang tipis. Tebal atau tipisnya buku menggambarkan jatah usia kita di dunia ini. Memang bukan tentang panjang atau pendeknya usia manusia, yang lebih penting adalah bagaimana kualitas hidup manusia selama hidupnya. Pada buku pun demikian, ada buku tebal yang menarik untuk dibaca, namun ada pula buku tipis yang sama sekali tidak menarik. Bisa juga berlaku sebaliknya.

Nah, kalau kita pernah melihat film kungfu panda, di sana ada istilah seperti ini, Yesterday is a history, tomorrow is a mistery, and Today is a Gift, that’s why we call it present.  Waktu tak akan pernah kembali, yang sudah berlalu, tak akan pernah kembali lagi. Seperti buku, saat kita sudah terlanjur menuliskan hal yang kurang baik, segeralah buka lembaran baru yang masih putih dan bersih. Selanjutnya, tuliskan hal-hal baru yang lebih baik, dari hasil kita belajar sebelumnya. Saat kita melakukan kesalahan, sadari, akui, terima, lalu perbaiki langkah kita ke depan. Apa yang sudah kita lakukan di masa lalu tak akan bisa diotak-atik lagi. Seperti halnya tulisan yang sudah terlanjur kita tulis, tak akan mungkin kita edit lagi.


Jadi mari kita terus isi lembaran-lembaran dalam buku kehidupan kita dengan baik. Karena buku kehidupan ini akan menjadi acuan bagi siapapun yang akan membacanya kelak. Termasuk anak cucu kita. Mari menulis dengan tinta cinta dan kasih sayang dan dengan pena kebijaksanaan. Yakinlah selalu bahwa Tuhan selalu ada di dekat kita. Selalu ada senyum di setiap air mata. Selalu ada hikmah dalam setiap cobaan. Terus melangkah..terus berbenah.

No comments:

Post a Comment