Monday, September 30, 2013

Parjo and Pardi come back #Persepsi and Realita (part 2)


.....................
"Gimane Di? Udah lebih seger" tanya Parjo saat keluar dari dalam rumahnya.
"Waah...mantep brow, pinter lu ya nyari istri. Rasa minumannya pas banget, bikin badan juga jadi seger.." jawab Pardi sambil terkekeh.
"Hahaha... ada-ada aja nih ente" sahut Parjo sambil duduk di dekat Pardi.

"Nah, sekarang gimane lanjutan yang tadi nih brow... penasaran ini gua" kata Pardi.
"Hehehe...oke, baiklah.. Mari kita lanjutkan. Begini, kalau tentang cara dia menyampaikan sesuatu, kita pakai analogi teko ama cangkir ya" terang Parjo.
"Weh... gimane itu brow" tanya Pardi penasaran

"Begini Di, kalau misalnya ada teko yang isinya susu jahe, kaya yang tadi ente minum, maka saat isi teko dituang ke gelas, kira-kira keluarnya apaan nih?" tanya Parjo.
"Yaa... udah pasti susu jahe lah brow.. masa keluarnya kopi, kagak mungkin kan" kata Pardi menanggapi.
"Beneer banget.. Apa yang keluar melalui teko, pasti sesuai dengan apa isi yang ada dalam teko tersebut. Begitu juga manusia, apa yang keluar dari diri manusia, dalam bentuk ucapan, perilaku... adalah cerminan dari apa yang ada di dalam dirinya" ujar Parjo.

"Laah...terus hubungannya ame yang gua alami apaan? Kenapa dia nyampeinnya dengan cara begitu kasar?" tanya Pardi.
"Begini broo... pertama, niat dia nyampein masukan atau kritik pastilah positif. Hanya saja, karena input yang sering dia dapat dalam kehidupan sehari-hari tentang komunikasi adalah berbeda dengan yang kita dapatkan, maka kita nerimanya jadi ga enak. Atau bisa jadi juga, dia masih sedikit sekali memiliki input terkait dengan komunikasi yang baik, sehingga penyampaiannya membuat kita kurang nyaman" terang Parjo panjang lebar.

"Hmmm...trus gimane dong kita nyikapinnya? tanya Pardi lagi.
"Paling mudah adalah... bilang begini 'oh...model penyampaian tanggapan dengan model beliau ternyata membuat saya kurang nyaman, berarti sebaiknya saya tidak menggunakan model itu saat menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Nah, karena saya belajar sesuatu hal yang baru dari beliau, berarti saya malah harus mengucapkan terima kasih. Pertama, karena beliau udah peduli sama saya dengan memberikan kritik. Kedua, karena beliau sudah mengajarkan bagaimana sebaiknya pola penyampaian kritik yang lebih baik" jawab Parjo.

"Muantappp brooooww.... bener-bener ya, punya prinsip bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah GURU, itu memang memberdayakan sekali" ujar Pardi sumringah.
"Hehehe... syukurlah, ayo lanjutkan minumnya, itu tempe gorengya dicoba" kata Parjo mengakhiri diskusinya siang itu.

No comments:

Post a Comment